Selasa, 20 Agustus 2013

persiapan untuk esok...

hey..hey..hey...
Assalamu'alaykum
ready for tomorrow??? hehehehe
besok aku akan ke suatu tempat selama tiga hari. Ditempat itu kami akan menjalankan pesantren kilat sekaligus Ospek gitu untuk mahasiswa baru. Semua barang sudah siap, tas yang akan kugunakan juga sudah menggembung parah,ckckck biarkanlah...
Yah gimana yah rasanya besok!!~?( ^.^)?~ hahaha aku juga nggak tau, semoga lebih banyak menyenangkannya  daripada hal-hal yang......... yah kalian taulah, aamiin....
Semoga semua berjalan lancar, semoga kehidupan di ranah baru ini bisa dimudahkan oleh Allah Ta'ala. Semoga Allah menuntun kita semua menjadi pribadi yang lebih baik untuk dunia dan akhirat...Aamiin...Ganbatte kudasai!!!!Doakan ya..doakan ya...mohon doanya agar semua baik-baik saja...Aamiin

Rabu, 14 Agustus 2013

Dear Angin lembut



Ini kisah tentang dia yang bernama angin

beberapa angin terkadang berisik 

terbang sesukanya merusak sana dan sini dengan cepat

namun adapula yang berbeda

terbang dengan lembut menyejukkan, menetramkan dan menenangkan.

Lalu, angin ini adalah angin yang mana?

Entahlah,

dia datang dengan cepat tidak tahu kapan datang dan kapan ia pergi

Dia tidak merusak apa yang ia lewati

Ia membuatnya sejuk dan tentram

Langit bersahabat dengannya

daun, cahaya dan awan juga

Semua menyukainya

Kenapa?

Entahlah, mungkin karena  ia membawa ketenangan dan kesejukan

Atau mungkin juga karena yang lain

Ahhhh....entahlah

Tapi satu hal yang pasti adalah

Langit merindukan angin lembut

Kapan lagi  dia kembali

Hmmm...Mungkin suatu hari nanti

Biarkan Allah yang mengaturnya

Jumat, 26 Juli 2013

Sudut Cermin Impian

Bismilillah


 Asslamu'alaykum???
Khayfa Haluq? 
Ana Bik Khoirr 
Wa Anti?

Langit yang hitam pekat ini, seperti biasa tak terdapat bintang tapi tetap dingin ingin menusuk relung-relung qalbu. Beberapa menit lalu, daku sempat menghubungi beberapa orang yang sangat jauh dan jarang bertemu denganku.
Oh ya, apa kabar diri? Baik-baik sajakah? (biarkan diriku yang menjawab, tak perlu tertulis hanya perlu tersirat dan dipahami) (wadaow, ini apa sih?hahaha)
Tentang mimpiku
‘Semua orang berhak bermimpi’. Benar bukan? Semua orang memang berhak bermimpi. Mereka ingin menjadi dokter, ingin mejadi nutrisionis, menjadi insiyur, menjadi apapun itu, semua hal tersebut adalah hak mereka.
‘Begitupula dengan impian’. Semua orang berhak memiliki impian. Mereka ingin ke Amerika, ingin membangun rumah sakit, ingin pergi ke Turki, ingin kemanapun itu, hal tersebut adalah hak mereka.
Beberapa hari ini, Alhamdulillah aku telah di terima di Universitas Swasta fakultas Kedokteran. Yah, Alhamdulillah. Tapi, hal yang inign kutulis kali ini tentang mimpiku.
Aku ingin jadi dokter. Dari dulu aku ingin jadi dokter. Aku ingin membantu orang yang kesusahan yang sedang sakit. Namun dibalik takdir ini, tersimpan begitu banyak perasaan, cobaan yang mungkin susah untuk dijabarkan namun bisa juga dijalani. Mungkin cobaan ini susah diiterima namun tersirat begitu banyak pesan bermanfaat ternyata. Dibalik perjuangan mendapatkan takdir yang tertuliskan untukku ini menyimpan sejuta rasa di dada.
1.   Sedih
Siapa yang tak sedih coba, kalau tempat yang diimpikan dan membuat kita berpikir itulah tempat yang terbaik bagi kita ternyata bukan tempat terbaik bagi kita menurut Allah. Sedih sekejap menusuk sinus arteriola jantung yang berdenyut menjalar ke kepermukaan jantung hingga ke bilik-bilik jantung(dibaca=rasanya sakit hati coy). Tapi, apa boleh buat, bukankah selalu ada yang terbaik dari Allah Ta’ala untuk kita? Jadi nggak usah sedih-sedih terlalu lama deh karena percaya deh pasti Allah memberikan yang terbaik untuk kita. Pasti! Selalu Ada yang terbaik untuk kita! Percaya deh!
Sebab awalnya aku berharap bisa menjadi mahasiswa di universitas negeri Kedoktran tapi Ternyata menurut Allah, aku lebih cocok di univ. Swasta kedokteran. Ya udah, nggak papa yang penting aku sudah berusaha, bukan?!

      2. Senang
Aku senang meski univ. Swasta dan mahal tentunya, hahaha. Fakultas kedokteran univ. Ini memiliki akreditasi A dan memiliki fasilitas yang cukup memadai dan aku bahagia juga ditempat ini, aku bahagia kok disini, hahaha. Meski mahal tapi, orang tuaku memang dari awal menyarankan diriku untuk kuliah di tempat tersebut. Jadi, aku bahagia... Masya Allah
  
 3.  Galau
Sempat beberapa hari galau sebelum ada pengumuman kelulusan di universitas tersebut, deg degan gimana begitu. Bagaimana nggak galau? Mengingat saat tes SBMPTN, terdapat kesalahan teknis dan fatal yang telah kulakuan, jadi aku tes di univ. Swasta fakultas kedokteran, dan pada akhirnya aku lulus di universites tersebut.

      4. Bersabar
Cobaan yang sempat menggemparkan hatiku ini. Lebih mengajarku untuk bersabar dan dewasa. Tahu kenapa? Karena aku merasa lebih dewasa dan jernih pemikirannya setelah sakit hati  yang kualami beberapa hari lalu. Sekarang, aku baik-baik saja dan tidak apa-apa.
Beberapa tahun mempersiapkan diri untuk masuk ke sebuah univ. yang kuinginkan hancur dengan kesalah teknis, kecil tapi fatal saat ujian berlangsung. Siapa yang tak gempar? Satu hal yang membuatku tenang adalah menerima semua ini takdir, bersabar, dan selalu berpikir semua ini adalah hal yang terbaik
Man Shabara Shafira
Kata Allah Ta’ala barang Siapa yang bersabar maka dia akan beruntung
Cobaan ini juga mengajarkanku untuk membuka pola pikir baru dan tidak terperangkap pada pemikiran anak remaja yang menatap semuanya secara idealis. Sebenarnya masih banyak perasaan lain yang sempat menerpa hariku saat itu. Tapi untuk saat ini, yah ini saja dulu lah. Hahaha....

Secara menyeluruh, cobaan ini membuatku menjadi lebih dewasa, tegar, dan kaya akan sudut pandang pemikiran. 
Terkadang kita harus merubah pola pikir untuk mendapati makna yang ingin Allah sampaikan pada kita atau terkadang kita harus diam, menunggu dan menjalani takdir yang ada dan pada pertengahan jalan takdir, kita mendapati jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu. (apa ini....sok dewasa sekali, hehehhe kalau tidak dimengerti abaikan saja yah...hahaha)

Selamat Menjalankan ibadah puasa!!hehehe




Minggu, 14 Juli 2013

memori 19

Ini hanya sebuah perasaan kecil yang terkadang terlupa lalu teringat lagi

tapi tak terhapus

dan takkan terabaikan

pertemuan pertama yang aneh

berkutat dengan pekatnya panas mentari

menemui diri ini tertunduk bersama dia di pagi yang sangat cerah itu

teriakan yang cetar memekikkan telinga

tapi tak sampai kehati

hanya membuat kita  sedih  lalu tertawa kembali

1,2,3

begitu saja, hingga

semuanya berlalu, kalian ingat?

Yah semuanya berlalu,

Sebab kaki ini terlihat

saat sekarang kalian melangkah berjauhan

dan mungkin menyisakan kenangan yang bersenadung tawa, tangis, luka, suka, duka

Semuanya terbungkus dalam satu kata

Sembilan belas


Selamat jalan kawan 

Sukses untuk kita semua, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Senin, 08 Juli 2013

Perasaanku Saat Ini

hmm.hey...Halooo...
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Kahyfa Haluq?

hari ini detik memasuki bulan ramadhan, Masya Allah betapa senangnya hati ini. Sekian lama(lebay) menantikan bulan suci ini, akhirnya datang juga.

HM...tapi ngomong-ngomong di bulan suci tahun ini sedikit berbeda dengan yang lalu, tahu mengapa? apa ayou? Karena bulan suci ramadhan tahun ini bertepatan dengan tanggal pengumuman hasil SBMPTN. Masya Allah, betapa deg-degannya hati ini.

Kalian tahu nggak sih untuk menjauhi rasa deg-degan nanti, aku pergi beli jilbab. wadowh ternyata pulangnya jam 4, baiklah!!!tiba dirumah aku sholat. Selanjutnya, bagaimana aku menghabiskan waktuku yang dua jam ini?! bagaimana teman-teman?! Iyya...betul sekali jawaban kalian. TIDUR...hehehe

Dan ternyata aku bangun jam 5.30. baiklah selanjutnya bagaimana kita menghabiskan waktu yang setengah jam ini. kalian tahu, aku menghabiskannya dengan menulis artikel tidak jelas ini. tapi, tidak papa, bukankah ini memang blog, tempat orang-orang menulis di dunia maya agar terkoneksi dengan jutaan makhluk hidup di luar sana, Masya Allah.

Selain menghabiskan waktu, ada fungsi dari rumah mayaku, tersayang ini. aku ingin mengingat perasaan yang kurasakan sekarang, sebab mungkin aku tidak ingat lagi, mungkin.

Jadi perasaanku sekarang adalah

Senang karena bulan ramadhan tinggal hitungan jam,
Senang karena kudung-kudung baru terpampang nyata berkat bantuan angin lembut yang mengantarku ke toko jilbab, makasih ya Angin Lembut dan motornya, hehehe.
Senang karena ibuku mengizinkanku membeli jilbab yang kuinginkan
Senang karena bertemu Angin Lembut dan mendengarkan kicauan Senja
Gelisah dan Deg-degan karena pengumuman SBMPTN tinggal hitungan menit
Gelisah karena sesuatu(yang tak perlu disebutkan di tempat ini)
dan sisanya perasaan-perasaan aneh yang sering di temui pada remaja-remaja sekarang (entah apa namanya, mungkin Galau)

Yah jadi kesimpulan hari ini, perasaanku tetap senang-senang saja. Ingat yah Anna tetaplah senang-senang saja karena Allah Ta'ala selalu ada bersama kita. Aamiin...

Minggu, 30 Juni 2013

Insya Allah, Ada Jalan


Malam itu masih teringat saja, saat orang berkata ‘sudahlah istirahat dulu’. Malam yang ramai itu terasa sepi karena ayah dan ibu tak ada di sana. Mereka pergi ke suatu tempat dan aku disini bersama tante, kakak dan sepupu. 

 Entahlah, apa masalahnya, suasananya terasa tak sama saja, aku merasa sepi.  Biasanya malam seperti ini ditutup dengan semangat yang cetar mebahana dari keluargaku. Malam ini berbeda. Mereka ada disana dan kutahu sejuta doa telah terpanjat untukku, kesuksesanku di hari esok.

 Menengok malam itu lagi. Selama ini, aku tak tahu apa yang kulakukan. Hal yang kutahu adalah tidurku terpangkas selama berbulan-bulan, bergelut dengan buku itu, lebih banyak memakan buku daripada memakan makanan. Aku menjadi kurus dan orang juga bilang begitu, tapi aku tak perduli. Berusaha, kerja keras sudah terposter depan cerminku. Beberapa stiker telah terpasang disana. Man Jadda wa jada. Tapi satu hal yang kurang. Aku kurang istirahat, intinya seperti itu.

 Esok harinya, senyum merekah terpampang lebar di bibirku, semangat yang menggelora dan yakin dengan hasil tryout yang selama ini cukup memuaskan membuatku semakin yakin.  Aku yakin Allah bersamaku, Aku percaya.

Aku mengerjakannya begitu saja, aku mengerahkan semua kemampuan yang kumiliki dan kupelajari. Aku yakin aku bisa.

 Hingga ujian pertama itu berakhir. Tes kedua dimulai, aku mulai mengisi  informasi yang diperlukan. Pandangan mataku terhenti pada kolom kecil, terdiri dari tiga huruf yang perlu untuk dihitamkan. Astaghfirullah, aku lupa mengisinya saat ujian pertama.  Aku sungguh tak menyadari, aku melupakan sesuatu yang menurutku sangat crusial. Aku tak tahu, aku seperti dibuat lupa mengisi salah satu informasi yang penting di lembar jawaban itu. Aku benar-benar lupa dan dibuat lupa. Apa ini?kenapa ini? Apa yang salah? 

 Mungkin aku  kurang berdoa. Bodoh bukan! Kuakui aku salah, aku salah ya Allah. Mungkin aku kurang berdoa, aku tak tahu bagaimana perkataan itu muncul dipikiranku. Mungkinkah aku kurang berdoa?  Mungkinkah aku berdosa dan aku tak mengingatnya? Karena aku merasa kurang berdoa. Ampuni aku, ya Allah. Ampuni hamba yang bodoh ini. Aamiin...

Entahlah, konstrasiku untuk mengerjakan ujian kedua buyar sudah. Bodoh!Dasar Ceroboh!
Kau tahu pertama kali pikiranku melayang ke orang tuaku, aku tak tahu bagaimana. Apa yang akan kukatakan pada orangtuaku? Aku sudah belajar siang malam, dan semuanya berakhir seperti ini? Air mata berderai tak tertahankan, aku merasa sakit. Apalagi setelah, pengawas juga tak memeriksa apapun dari lembar ujianku, tak ada informasi apapun terhadap peserta yang meupakan informasi lembar ujiannya. Aku di buat lupa dan aku yang salah, aku tahu.

Pengawas ruanganku cukup merasa bersalah sebab ia tak mengecek apapun terhadap informasinya. Tapi, kepala pengawas ruangan dengan nada dinginnya membuatku semakin ingin menangis.  Aku kembali ke ruanganku dan mengerjakan ujian kedua itu. Jika ingin berpikir, kalian pasti tahu kualitas pikiran tak sama setelah apa yang kualami ini. 

Ya Allah cobaan ini sungguh sangat menguras air mata. Bukan main, persiapan perang masa depan menjadi seperti ini . ini Masa depan, kalian tahu dampaknya akan sangat besar. Ini masa depanku dan bagaimana nantinya? Air mata terurai lagi. Tapi sudah mulai berkurang. Soal belum dibagikan, masih ada sepuluh menit waktu menenangkan diri sebelum soal dibagikan.

Selama itu aku sibuk menenangkan diri. Aku berkata seperti ini
Aku yakin Allah masih bersamaku, aku masih percaya dan aku akan terus percaya. Anna, kita harus semangat masih ada kesempatan untuk bisa menggapai asa, tidak ada  yang tidak mungkin. Anna, kita bisa! Masih banyak peluang. 

Selama perkataanku itu, terselip doa dan linang air mata yang tak tertahankan. Beberapakali terselip tanya, mengapa aku? Mengapa ini terjadi padaku? Mengapa? Aku menjawabnya dengan 

pasti dibalik ini semua ada rencana Allah yang lebih baik untukku, pasti ada hikmahnya, pasti Anna. Pasti Allah telah memberikan takdir terbaik untukku. Anna, Semangat! Bisa!Bisa!

Semoga hal ini tak akan terjadi pada kalian yah!Aamiin... Aamiin ya Rabbal Alamiin

Saat ujian, kita harus teliti. Apalagi informasi dan data diri. Jangan pernah menyepelakan hal itu. Pokoknya, kita harus TELITI titik. Awas kalu tidak?! Tak makan nanti...hehehe (sok, maaf ya).

Kalaupun terjadi dan pernah kalian alami. Satu hal yang perlu kita ingat, bahwa ada rencana Allah yang lebih besar dan lebih indah untuk kita. Kita harus percaya, dan aku selalu percaya! Kalian? Kita harus percaya, kita harus bangkit dari semua ini. Masa karena setitik kesalahan yang terjadi, masa depan yang telah tersusun rapi dalam otak sirna begitu saja. Kita harus bangkit dan kita pasti bisa! Percaya deh!Bangkit! Insya Allah ada jalan (kayak nasyidnya Maher Zain gitu).

Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray

OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the
way,
Showed me the way2x
Insya Allah3x
Insya Allah we’ll find the way         (maher Zain on Insya Allah)

Satu hal lagi yang perlu kita ingat.Jangan pernah berpikir kalau ini semua salah Allah. Pernah aku berpikir tentang hal itu, sebenarnya. What a big mistake that i ever done.
Oh no! Jangan pernah! Biasanya kita itu kalau lagi bahagia, merasa ini semua terjadi karena diri kita sendiri. Giliran kena musibah alias cobaan mereka berkata ini semua karena Allah. Hey,hal itu karena salah kita juga kali! Siapa suruh sala! Benar nggak? Sebuah kesalahn besar yang pernah kulakukan, padahal ini semua salah aku sendiri.

Untuk ujian Allah kali ini. aku sadar bahwa ini salahku sendiri. Ingat yah, selalu ada rencana Allah yang lebih baik untuk kita, ketika kita berpikir positif, percaya deh maka hal yang terjadi selanjutnya adalah hal positif.
Bukankah Allah itu bergantung pada prasangka hamba-Nya. Jadi berpikir positif itu penting, ukhti!
Hal itu membuatku lebih tenang dan kembali bersemangat. Yah, Soal dibagi. Jangan samapi hal yang sama terulang kembali. Aku mengerjakannya lagi, meskipun ingatanku yang tadi sering datang kembali. Tapi aku tetap beruasaha.

Ujian berakhir. Aku sudah berusaha maksimal, walaupun jika hal pada saat ujian pertama tidak terjadi aku mungkin bisa lebih maksimal lagi. Tapi, apa boleh buat! Yah sudahlah!

Aku percaya masih ada harapan, Masih ada harapan semua akan baik-baik saja. Insya Allah ada jalan. Insya Allah pasti akan ada yang lebih baik.

Ukhtiku yang kusayang karena Allah. Doakan yah! Supaya semuanya baik-baik saja! Doakan aku yah supaya lembar jawaban itu bisa terbaca! Doakan aku yah supaya bisa menjadi dokter untuk menolong orang disekitarku karena Allah! Doakan aku yah supaya bisa dimudahkan jalannya menjadi dokter agar bisa menggeluti bidang yang sangat kusukai itu karena Allah! Aamiin...dan semoga kalian mendapatkan hal yang lebih baik juga. Aamiin..
Semangat ya ukhti!!! 

Sabtu, 09 Februari 2013

White W...

Tentang seseorang yang kupanggil White Witch 'Penyihir Putih'.

I don't know anything about her
i call white witch
beauty in her world
like a cold snow melt away on the road
noisy in her quitness

she stand outside there
and found her self  still sleep
cause i call her white witch

in the way i found her
just like cold snow touch my heart
but i know deep down there feel so misery

but she still can help anyone around
she is white
hard to understand
the way she smiles
feel strange
but i know
it is sincere
cause i dont know
i don't know
cause i call her white witch
it just like a magic in every minute in her breath

and  stand on the bridge
and look her face over the river
feeling lonely

but i hope she can open the eye
look for a new world
smile again, again, and again

keep holding on
because we know we stand together
don't forget to pray
(DM)

Selasa, 05 Februari 2013

Jilbab Riwayatmu


Jilbab riwayatmu dulu
tergerai laksana pelindung
Penutup yang memuliakan wanita
Pembeda untuk wanita yang terhormat

Jilbab riwayatmu dulu
Ibarat tameng untuk mengusir syaitan
Ibarat perisai yang mengamankan tuannya
Ibarat cahaya dalam kebodohan tuannya

Jilbab riwayatmu dulu
Yah benar, itulah jilbab riwayatmu dulu

Jilbab riwayatmu kini (Versi orang gaul)
Tergerai laksana perias
Pembungkus yang tak berarti
Dan tak membedakan siapa dengan apa

Jilbab riwayatmu kini (versi orang gaul)
Ibarat kekonyolan  untuk memikat syaitan (frontal....)
Ibarat tameng tapi menusuk tuannya sendiri
Tak membedakan siapa dengan apa

Jilbab riwayatmu kini
Memang sudah berubah
Jilbab dijadikan perhiasan yang menyerupai mahkota wanita
Dikucir, dikepang, diberi poni
Lantas..
Apa bedanya dengan rambut?
Apa bedanya dengan rambut yang di beri cat?
Apa bedanya?

Itulah jilbab riwayatmu kini
Dan bukankah wanita mengenakan jilbab untuk menyembunyikan perhiasannya
Tapi kini...
Jilbab juga dijadikan  perhiasan, biar keren katanya!
Dan bukankah wanita mengenakan jilbab untuk melindungi dirinya sendiri
Tapi kini
Jilbab dijadikan ajang pamer gaya, pengen ditahu katanya!

Itulah jilbab riwayatmu kini (versi orang gaul)
Jilbab riwayatmu kini, masih layakkah disebut jilbab?