Selasa, 22 Januari 2013

yeah...


Yeah...

Till the rain comes,

I’m  looking on your shine

In their hand

There's only  hope

Can beat the big fright and dismay

There's only love

Can melt the big pain and hate on heart

There's no reason why

But it could be...

serpihan kehidupan langit biru


291012
Bismillah
Hari ini kucoba untuk menuangkan perasaanku pada selembar kertas yang kau bawa “salman(nama laptopku yang baru, hehehehe. Tapi bukan berarti aku melupakan 'arini', laptopku yang lama)”. Aku tak tahu, ada apa dengan diriku. Ada yang salah? Aku tahu, saat ini aku hanya bisa bersedih, yah aku mengerti bahwa hidup ini memang seperti itu. Terkadang cinta, bahagia, cita datang tanpa diundang membawa senyum merekah di wajah ini.Tapi, terkadang juga luka, duka mengikut di belakangnya. Sekarang mungkin aku sedang berada pada tahap itu. Iya, sekarang aku tak tahu apa yang salah dengan tubuhku. Hingga, membuat aku ingin menangis.
 “Kapan aku sembuh?”
Kuharap secepatnya, penyakit alergi ini serasa menyesakkan dadaku, disaat semua orang tidak memperhatikan kulitnya, aku sibuk mengatur semua yang bisa kumakan, agar kulit ini baik-baik saja.
“bolehkah kumakan ini?”
Tapi, tetap saja. Mana mungkin aku bisa tahu semua, makanan itu tak bisa atau bisa kumakan. Iyya, mungkin bisa tapi sulit. Cukup menyiksa, sebenarnya.  Sisi gelap seseorang memang terkadang menyesakkan jiwa. Salah satu sisi gelapku, dibalik senyum merona dariku setiap harinya adalah hal ini.(hehehe lebay..)
Aku tak tahu, tapi yang bisa kulakukan sekarang adalah Bersabar.
Kau ingat mantra ini “salman”?
“man shabara Zhafira”
“barang siapa yang bersabar maka ia akan beruntung”
Iya, aku selalu percaya. Aku selalu percaya apa yang Allah bilang. Bukan begitu “salman”?
Allah Ta’ala sedang mengajariku untuk bersabar, mengingat terlalu banyak keegoisan yang sering kulakukan untuk memenuhi keinginanku yang sebetulnya tak perlu. Aku tahu, Allah sedang mengajariku. Aku tahu,  tapi masalahnya...
“Kapan aku sadar betuuuulllll???”
Seringkali aku sadar akan cobaan ini, tapi lantas mengeluh, kemudian sadar lagi, lantas mendesah, kemudian sadar lagi, dan lupa untuk bersabar, kemudian,kemudian, dan kemudian,..
Hingga hari ini...
Tentang Satu poin ini.SABAR
Kenapa begitu gampang terucap di bibirku, tapi Kenapa pula lumayan susah mengaplikasikannya.
“Salman, apakah kau tahu berapa lama cobaan ini menghampiriku?”
“2 bulan lebih”
Tapi kenapa aku belum lulus-lulus dari cobaan ini. Masih saja ‘remedial’.
SABAR
SABAR
SABAR
Mungkin aku harus selalu menyebutnya untuk selalu ingat bersabar. 
Teman-teman doakan aku yah supaya cepat sembuh...
Oh iya tentang hari ini juga, rasanya cukup panjang yah...
Iyya benar, cukup panjang
“Kau tahu?”
Aku merasa seperti  baru saja pulang dari negeri khayalku tadi pagi. Sekolah setelah tiga hari ini libur. Selama tiga hari ini aku tersadar, sangat banyak waktu yang kubuang untuk melakukan hal-hal ‘aneh’. Entahlah, ..
Cukup, aku dan Allah yang tahu
Tapi aku tak ingin menjadi ‘Lestlie alias eridik’ lagi. Aku  akan menjadi diriku sendiri, “Anna” benar, aku ini ‘anna’ dan akan selalu menjadi ‘anna’, menikmati hidup sebagai ‘anna’, aku tahu bahwa aku akan jauh lebih bahagia, sebagai diriku sendiri “Anna”.
Paragraf yang diatas cukup aku dan Allah yang tahu,hehehe